Siapakah Marhaen

Soekarno (26)

Mengawali tulisan ini aku teringat akan kebodohan yang aku alami semasa dibangku SMA. Disaat remaja SMA banyak mengidolakan para artis dalam negeri ataupun artis dari negeri sono yang jauh, aku justru mengidolakan Soekarno. Tapi rasa kagum itu berawal dari cara Bung karno berpakian. Gagah dan penuh wibawa. Tentang pandangan serta pola kepemimpinannya aku masih buta. Bahkan buku “Di Bawah Bendera Revolusi” peninggalan almarhum ayahku hanya aku jadikan sebuah pajangan (Sok koleksi buku tebal).

Dalam kondisi pengetahuan yang demikian aku mengira bahwa Marhaenisme merupakan faham yang dipelopori oleh seorang “Ahli Pemikir” dari luar negeri yang bernama: Marhaen yang tentu saja berasal dari negeri barat. Sama halnya dengan Karl Marx yang menciptakan Marxisme. Eh gak taunya wong Bandung Selatan.

Marhaenisme adalah ajaran Bung Karno yang diperoleh dengan tidak ada niatan khusus dan menggebu untuk membuat suatu analisa terhadap apa, dan siapa rakyat Indonesia saat itu pada umumnya. Tuhan benar-benar menjadi pengendali terbentuknya faham Marhaenisme ini.

Mungkin tidak akan terjadi perisitiwa pagi hari itu, kalau saja ia tidak memendam kecewa terhadap praktik pendidikan tinggi yang ditempuhnya. Kecewa terhadap mata kuliah teknik sipil yang dicekokkan dosen-dosen Belanda kepadanya. Hari itu, ia putuskan bolos kuliah. Anda mungkin bertanya, kekecewaan seperti apa yang dia rasakan selama kuliah di THS? Kita bahas dalam kesempatan yang lain.

Sekarang…  kembali ke… Mar….haen. Pagi hari di saat pikiran suntuk, Sukarno muda mengayun langkah, mengambil sepeda onthel, dan mendayungnya tanpa tujuan. Kebetulan saja arah laju sepeda menuju Bandung Selatan, suatu daerah pertanian yang padat. Itu terjadi tahun 1920-an.

Suasana Bandung Selatan ketika itu, adalah suasana daerah pertanian. Petani mengerjakan sawahnya yang kecil, yang masing-masing luasnya kurang dari sepertiga hektare. Tak dinyana, pandangan Sukarno tertumbuk pada sosok petani muda yang tengah giat mencangkul. Dia seorang diri. Bung Karno pun tertarik menghampiri.

Di pinggir galangan sawah, Bung Karno berdiri termenung, menatap petani muda yang terus dan terus mengayunkan cangkul ke atas-ke bawah. Sejurus kemudian, Sukarno mendekat. Lebih dekat ke arah petani tadi. Demi mengetahui seseorang menghampiri, petani tadi menghentikan aktivitas mencangkul, dan melempar pandang ke arah Sukarno. Terjadilah tegur-sapa, sebuah tegur-sapa ramah khas Indonesia. Tidak ada ekspresi curiga, melainkan seringai sungging senyum pada kedua orang itu.

Saha nu kagungan ieu sadayana nu dipidamel ayeuna ku aranjeun,” tanya Bung Karno dalam bahasa Sunda yang fasih. Artinya kurang lebih, “Siapa yang punya semua yang engkau kerjakan sekarang ini?”

“Saya, juragan,” jawab petani itu.

Bung Karno bertanya lagi, “Apakah engkau memiliki tanah inibersama-sama dengan orang lain?”

“O, tidak gan. Saya sendiri yang punya.”

“Tanah ini kaubeli?”

“Tidak. Warisan bapak kepada anak turun-temurun.”

Sejenak Bung Karno terdiam. Demi melihat “tamu sawah” itu diam, si petani pun kembali mencangkul. Menggali dan menggali. Sedangkan Sukarno pun melakukan penggalian mental. Menggali teori. Mencangkul filosofi di otaknya, hingga mengalirkan pertanyaan-pertanyaan lain yang bertubi: “Bagaimana dengan sekopmu? Sekop ini kecil, tapi apakah kepunyaanmu juga?”

Petani muda kembali menghentikan kegiatan, dan menjawab, “Ya, gan.”

“Dan cangkulnya?”

“Ya, gan.”

“Bajak?”

“Saya punya, gan.”

“Untuk siapa hasil yang kau kerjakan.”

“Untuk saya, gan.”

“Apakah cukup untuk kebutuhanmu?”

Petani mengangkat bahu mengernyitkan dahi… “Bagaimana sawah yang begini kecil bisa cukup untuk seorang istri dan empat orang anak?”

“Apakah ada yang dijual dari hasilmu.”

“Hasilnya sekadar cukup untuk makan kami. Tidak ada lebihnya untuk dijual.”

“Kau mempekerjakan orang lain?”

“Tidak, juragan. Saya tidak dapat membayarnya.”

“Apakah engkau pernah memburuh?”

“Tidak, gan. Saya harus membanting tulang, akan tetapi jerih-payah saya semua untuk saya.”

Kemudian Bung Karno menunjuk sebuah gubuk kecil seraya bertanya, “Siapa yang punya rumah itu?”

“Itu gubuk saya, gan. Hanya gubuk kecil saja, tapi kepunyaan saya sendiri.”

“Jadi kalau begitu,” kata Bung Karno menyaring pikiran-pikiranya sendiri, “Semua ini engkau punya?”

“Ya, gan.”

Setelah itu, Bung Karno menanyakan nama petani muda itu. Dan petani itu menjawab, “Marhaen”. Nama Marhaen adalah nama biasa. Sama biasanya dengan nama Jones atau Smith di Amerika. Akan tetapi, dari dialog dengan Marhaen yang rakyat jelata itu pula Bung Karno mendapat ilham untuk rakyatnya. “Aku akan memakai nama itu untuk menamai semua orang Indonesia bernasib malang seperti itu!” Pikir Bung Karno.

Dan sejak itu, Bung Karno menamakan rakyatnya sebagai rakyat Marhaen.

Semoga tulisan ini akan mengakhiri kebodohonan atau ketidak mengertian tentang siapa Marhaen dan apa Marhaenisme seperti yang saya alami saat di bangku SMA.

Salam Revolusi

16 Komentar

  1. itu nama sunda gan? marhaen rasnya ga akrab ya di telinga sunda.. mungkin nama sebutan ya..

  2. Seperti saya tulis pada awalnya saya tidak mengira istilah marhenisme memiliki tali erat dengan kota jaipong.

  3. SALAM PERJUANGAN….
    SAYA SUKA BLOG INI….
    MERDEKA !!!

  4. Ah, gan,
    Dirimu termasuk satu dari jutaan rakyat yang tersihir kehebatan Sukarno dalam hobi ber-akronim.

    Marhaen adalah bukan nama yang biasa di Sunda, tidak sama biasanya dengan nama Jones atau Smith di Amerika. Marhaen, seperti halnya “Jasmerah”, adalah akronim dari Karl Heinrich Marx – Georg Wilhelm Friedrich Hegel – Friedrich Engels (Marx-Hegel-Engels). Tiga tokoh besar yang pemikirannya coba diramu oleh Sukarno yang juga besar.

    Beliau seniman yg imajinatif bung, jadi ikutlah cara mainnya.

  5. izin mengcopy catatan sejarah tentang BK, dengan maksud AGAR anak bangsa tau SEJARAH sebenarnya.
    saatnya KEBENARAN tegakan.

    salam

  6. perenungan………

  7. Saya sangat senang,anda menulis tentang MARHAEN, jika generasi muda membaca agr mereka tau siapa BK …DAN TAU AKAN AJARAN BUNGKARNO yaitu MARHAENISME….SEMOGA AJARAN BK TTP ADA DI NEGARA TERCINTA INI…MARHAEN….!!! MENANG….!!! PNI….!!!JAYA…!!!

  8. merdaka bung…salam untuk marhean marhean….revolusi tetap berjalan..

  9. MERDEKA !!!
    GMNI JAYA !!
    MARHAEN MENANG!!!
    UNIVERSITAS AIRLANGGA

  10. Wah, ada yang ketipu lagi nih, . . . tlong telaah sejarah gan, beliau termasuk jago meramu ideologi/pandangan hidup dari luar, yakni paham komunis-atheis, komunis-theis, jadilah nama penemu filsafat tersebut terangkum menjadi MArx- HAgel-ENgel -isme –> marhaenisme . . .

    gak bakal nemu org sunda namanya marhaen

  11. @edy bro2x istilah akronim mar-ha-en yg mengacu pada marx-hegel-engels justru diciptakan oleh ORBA! dah jelas2x marhaen itu bukan PROLETARIAT tapi kaum miskin papa yg masih memiliki alat produksi walaupun sangat sedikit😛

  12. Selamat pagi, saya Inas, editor di Penerbit Lentera Hati. Saya minta izin untuk menggunakan foto Bung Karno bersama Ibu Fatmawati yang ada di blog ini sebagai kelengkapan buku Bunga-Bunga di Taman Hati Soekarno yang akan kami terbitkan. Jika membutuhkan keterangan lebih lanjut, jangan sungkan untuk menghubungi saya di inasshabihah@lenterahati.com. Terima kasih🙂

  13. Marhaen memang berasal dr nama petani dibndung selatan yaitu aen. Atau biasa dipanggil mang aen. Kata marh itu tambahan dr bung karno agar enak didengar yaitu marhaen. Dan kemudian marhaen dijadikan kata pengganti proletar atau marginal. So nama org bandungnya adalah aen.

  14. SAYA BAPAK JOKO INGIN BERBAGI CERITA KEPADA SEMUA ORANG BAHWA MUNKIN AKU ADALAH ORANG YANG PALING MISKIN DIDUNIA DAN SAYA HIDUP BERSAMA ISTRI DAN 3 BUAH HATI SAYA SELAMA 17 TAHUN DAN 17 TAHUN ITU KAMI TIDAK PERNAH MERASAKAN YANG NAMANYA KEMEWAHAN,,SETIAP HARI SAYA SELALU MEMBANTIN TULANG UNTUK KELUARGA SAYA NAMUN ITU SEMUA TIDAK PERNAH CUKUP UNTUK KEBUTUHAN HIDUP KELUARGA SAYA..AKHIRNYA AKU PILIH JALAN TOGEL INI DAN SUDAH BANYAK PARA NORMALYANG SAYA HUBUNGI NAMUN ITU SEMUA TIDAK PERNAH MEMBAWAKAN HASIL, DAN DISITULAH AKU SEMPAT PUTUS ASA AKHIRNYA ADA SEORANG TEMAN YANG MEMBERIKAN NOMOR AKI PAREWANGI,,SAYA PIKIR TIDAK ADA SALAHNYA JUGA SAYA COBA LAGI UNTUK MENGHUBUNGI AKI PAREWANGI DAN AKHIRNYA AKI PAREWANGI MEMBERIKAN ANGKA 4D DAN TUYUL, DAN ALHAMDULILLAH BERHASIL..KINI SAYA SANGAT BERSYUKUR MELIHAT KEHIDUPAN KELUARGA SAYA SUDAH JAUH LEBIH BAIK DARI SEBELUMNYA,DAN TANDA TERIMAH KASIH SAYA KEPADA AKI PAREWANGI SETIAP SAYA DAPAT RUANGAN PASTI SAYA BERKOMENTAR TENTANG AKI PAREWANGI …BAGI ANDA YANG INGIN SEPERTI SAYA SILAHKAN HUBUNGI/SMS DI NOMOR 085-222-967-279 DIJAMIN 100% TEMBUS…???

  15. SAYA BAPAK JAMAL DARI KALIMANTAN INGIN BERKOMENTAR KEPADA KALIAN SEMUA PECINTA TOGEL YANG SERING KALAH DALAM PERMAINAN TOGE, SAYA SANGAT BERSYUKUR KEPADA ALLAH DAN SANGAT BERTERIMAKASIH BANYAK KEPADA AKI RANGGONG,ATAS BANTUANNYA YANG TELAH MEMBERIKAN ANKA JITUNYA YAITU 4D DAN TUYUL, ALHAMDULILLAH BERHASIL..WAKTU SAYA DIBERI TAU SAMA TEMAN KALAU ANKA YANG SAYA PASAN NAIK,SAYA HAMPIR PINSAN DAN TIDAK PERCAYA TAPI INI JUGA BENER2 KENYATAAN,,BERKAT BANTUAN AKI RANGGONG KINI SEMUA HUTANG-HUTANG SAYA SUDAH PADA LUNAS SEMUANYA DAN RUMAH JUGA YAGA DILUNYA SEMPAT KUGADAIKAN KINI SAYA SUDAH MENEBUSNYA KEMBALI..SYUKUR ALHAMDULLILAH KINI KEHIDUPAN KELUARGA SAYA SUDAH JAUH LEBIH BAIK DARI SEBELUMNYA,,DAN JIKA ANDA INGIN ANKA JITU DAN BUKAN OBRAL JANJI YG SERING ANDA DAPATKAN SILAHKAN HUBUNGI AKI RANGGONG DI 085-222-967-279 DIJAMIN INSYA ALLAH 100% PASTI TEMBUS TERIMA KASIH……

  16. […] pena soekarno, […]


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s