Diplomasi Pemilihan Sebuah BH

Bukan Presiden bila tidak melakukan lawatan ke luar negeri, terlebih untuk Presiden Soekarno selaku Presiden dari sebuah negara yang baru merdeka. Kunjungan keberbagai negara sangatt diperlukan dalam rangka memperkenalkan diri serta meyampaikan pandang tentang kearam mana sebuah negara yang baru merdekan akan dibawa. Kubu Amerika atau berkiblat ke Moskow

Suatu hari di tahun 1956, untuk pertama kalinya Presiden Sukarno berkunjung ke Amerika Serikat. Pada kunjungan pertamanya, ia merasa mendapat sambutan yang begitu hangat dari rakyat Amerika. Di antara sela-sela kunjungannya, Bung Karno menyempatkan diri untuk berjalan-jalan, menikmati kota California.

Sesaat, ia teringat pesan istrinya yang minta dibelikan kutang, alias BH, atau bra. Ia pun segera menuju gerai pakaian dalam diantar Ny. Johnston, janda raja film Amerika. Di sudut pakaian dalam wanita, Bung Karno masih kebingungan bagaimana memilih kalimat yang pas untuk tujuannya mencarikan BH titipan istrinya. Sementara, para penjaga toko sudah gelisah menunggu “titah” Bung Karno. Segera Bung Karno nyeletuk, “Bolehkah saya lihat salah-satu songkok daging yang terbuat dari satin hitam itu?”

Gadis penjaga konter BH pun mengambilkan beberapa buah. Entah berpura-pura lupa, atau ada unsur iseng, yang pasti Bung Karno menunjukkan lagak kebingungan untuk menentukan ukuran. Hingga akhirnya ia berbisik kepada Ny. Jonston, “Apakah bisa dikumpulkan ke sini semua gadis penjual, supaya saya bisa menentukan ukurannya?

Maka… berpawailah gadis-gadis di hadapan Bung Karno. Tak dijelaskan, apakah dalam berparade mereka juga diharuskan membusungkan dadanya? Tapi dengan nada sopan, Bung Karno memandangi satu per satu dada para gadis penjual di toko itu. Komentarnya, “Tidak, engkau terlalu kecil… O, engkau kebesaran….” sampai akhirnya Bung Karno menunjuk seorang wanita dan berkata, “Yaa… engkau cocok sekali. Saya akan mengambil ukuranmu, please….”

Ternyata, Bung Karno tepat memilih ukuran BH untuk istrinya.

Cerdik atau nilai apa yang akan anda berikan untuk Putera Sang Fajar ini ?

9 Komentar

  1. ini baru president berwibawa,bininye 9 yang diotaknya cuma belahan dan selangkangan

  2. Salam Hormat untu saudaraku : umar bin gople alhadad citeureub
    Maksud dari tulisan saya di atas adalah ingin memberi gambaran yang berimbang terhadap Bung Karno, denganharapan agar kita senantisa tetap menyadari bahwa Soekarno adalah manusia biasa.

    Salam
    Soekarno

  3. @umar bin gople alhadad citeureub…
    jangan2 yg di pikiran ente…emang begitu…

  4. pas berimbang…dia mampu menjadi seorang pemimpin yg karismatik,tetapi dia orang biasa……umar bin gople orang yg bodoh hanya melihat dari sisi jeleknya saja…!!!!!!!!

  5. eh gople.. yang penting kaga ngerugiin rakyat, daripada presiden Indonesia yg laen..

  6. @umar bin gople alhadad citeureub ente arab wannabe yah pantesan mikir na selangkangan molo kek panutan loe tuh si rizieq+abu bakar baashit🙂

  7. […] Diplomasi Pemilihan Sebuah BH Bukan Presiden bila tidak melakukan lawatan ke luar negeri, terlebih untuk Presiden Soekarno selaku Presiden dari sebuah negara yang baru merdeka. Kunjungan keberbagai negara sangatt diperlukan dalam rangka memperkenalkan diri serta meyampaikan pandang tentang kearam mana sebuah negara yang baru merdekan akan dibawa. Kubu Amerika atau berkiblat ke Moskow Suatu hari di tahun 1956, untuk pertama kalinya Presiden Sukarno berkunjung ke Amerika Serikat. Pada kunjungan pertamanya, ia merasa mendapat sambutan yang begitu hangat dari rakyat Amerika. Di antara sela-sela kunjungannya, Bung Karno menyempatkan diri untuk berjalan-jalan, menikmati kota California. Sesaat, ia teringat pesan istrinya yang minta dibelikan kutang, alias BH, atau bra. Ia pun segera menuju gerai pakaian dalam diantar Ny. Johnston, janda raja film Amerika. Di sudut pakaian dalam wanita, Bung Karno masih kebingungan bagaimana memilih kalimat yang pas untuk tujuannya mencarikan BH titipan istrinya. Sementara, para penjaga toko sudah gelisah menunggu “titah” Bung Karno. Segera Bung Karno nyeletuk, “Bolehkah saya lihat salah-satu songkok daging yang terbuat dari satin hitam itu?” Gadis penjaga konter BH pun mengambilkan beberapa buah. Entah berpura-pura lupa, atau ada unsur iseng, yang pasti Bung Karno menunjukkan lagak kebingungan untuk menentukan ukuran. Hingga akhirnya ia berbisik kepada Ny. Jonston, “Apakah bisa dikumpulkan ke sini semua gadis penjual, supaya saya bisa menentukan ukurannya? Maka… berpawailah gadis-gadis di hadapan Bung Karno. Tak dijelaskan, apakah dalam berparade mereka juga diharuskan membusungkan dadanya? Tapi dengan nada sopan, Bung Karno memandangi satu per satu dada para gadis penjual di toko itu. Komentarnya, “Tidak, engkau terlalu kecil… O, engkau kebesaran….” sampai akhirnya Bung Karno menunjuk seorang wanita dan berkata, “Yaa… engkau cocok sekali. Saya akan mengambil ukuranmu, please….” Ternyata, Bung Karno tepat memilih ukuran BH untuk istrinya. Cerdik atau nilai apa yang akan anda berikan untuk Putera Sang Fajar ini ? […]

  8. sangat manusiawi dan santun caranya dlm membeli itu….dan hanya orang ”siriklah yg memberi penilaian negatif itu…

  9. sangat manusiawi dan santun caranya dlm membeli itu….dan hanya orang ”yang cinta buta pd soekarno yg memberi penilaian positif itu…


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s